CAGE IN TAPESTRY


Channel's geo and language: not specified, not specified
Category: not specified


Reached hands, through your blurry eyes,
Growing youth, gotten gray and white,
Poison pathway, could go back in time,
Slumber dream, take our soul down the line.
@CapestryRobot (solely for mutual help necessities).

Related channels

Channel's geo and language
not specified, not specified
Category
not specified
Statistics
Posts filter


Forward from: pomegranute
satu lagi buat maba fapsi ui ini guys.. 😢


Nyawa rakyat sipil direnggut dengan mudahnya, jiwa muda dilindas dan dikeroyok hingga tewas. Aparat tidak hanya merenggut nyawa orang-orang yang terus berjuang untuk menjadi perwakilan agar suara rakyat dapat didengar, tetapi juga merenggut setiap mimpi yang seharusnya masih bisa mereka capai. Bisa jadi kamu, maupun aku, atau kawan-kawan dan orang terdekat kita yang selanjutnya menjadi korban. Satu sumbangan suara sangatlah berarti, maka dari itu, teman-teman—jangan diam, lawan!


Forward from: INDONESIA GELAP #ACAB!
Video is unavailable for watching
Show in Telegram
[HELP FORWARD, REPOST on your social media]🇲🇨☠

"1 Minutes Silence of Indonesia"
Diam Satu Menit, Lawan Ketidakadilan. Kami berdiri dalam diam. Satu menit tanpa suara, adalah seribu teriakan perlawanan.

"1 Minutes Silence of Indonesia" bukan sekadar hening.
Ini adalah bentuk protes.
Gerakan perlawanan terhadap:

1. Polisi yang membunuh rakyatnya sendiri.
Seorang driver ojek online tulang punggung keluarga, pejuang harian di jalan — tewas di tangan mereka yang seharusnya melindungi.

2. Pemerintah yang busuk, penuh korupsi dan kebohongan.
Mereka duduk di atas penderitaan rakyat, memperkaya diri di balik janji kosong dan kebijakan yang menindas.

Kami tidak lupa.
Kami tidak diam kami memilih diam sebagai senjata.
Satu menit untuk menunjukkan bahwa Indonesia sedang berduka.

Satu menit ini untuk mereka yang tertindas.untuk rakyat yang dilupakan. Untuk keadilan yang terus dipendam.

#RIPDEMOKRASI #USUTTUNTAS #BUBARKANDPR #KAMIBUTUHKEADILAN #1312 #indonesiagelap.


Forward from: MUNtual!
25–28 Agustus: Kekerasan Aparat, Rakyat menjadi Korban

Gelombang aksi sejak 25 Agustus di depan gedung DPR dan berbagai daerah berakhir dengan represi. Ratusan pelajar ditangkap dan dipukuli, termasuk hampir dua ratus pelajar dibawah umur. Jurnalis yang meliput ikut jadi korban. Pada 28 Agustus, seorang pengemudi ojol tewas dilindas mobil taktis Brimob, dan satu rekannya yang selamat. Kapolda Metro Jaya mendatangi keluarga korban dan membuat permintaan maaf, sementara 7 polisi yang bersangkutan telah diamankan dan diperiksa. Beredar pula laporan di media sosial bahwa polisi menembakkan gas air mata kedaluwarsa ke arah massa. Risiko ini memperbesar bahaya kesehatan, ini menunjukkan betapa nyawa rakyat begitu murah di hadapan senjata negara.

Ironisnya, alih-alih fokus pada korban, sebagian pihak justru menyudutkan dengan narasi bahwa pendemo hanya bikin macet, atau pelajar seharusnya tetap di sekolah. Pandangan seperti ini mengecilkan makna protes, seolah rakyat yang menuntut keadilan hanyalah pengganggu ketertiban

Gelombang demonstrasi yang terjadi pada 25–28 Agustus 2025 di kawasan DPR RI harus berakhir dengan peristiwa tragis yang menyisakan luka mendalam. Pada 28 Agustus malam, di tengah bentrokan, seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan harus kehilangan nyawa setelah terlindas mobil taktis Brimob. Rekannya, Umar, masih berjuang untuk bertahan hidup setelah mengalami luka berat. Affan hanyalah satu dari jutaan pekerja yang mencari nafkah, tidak sepantasnya menjadi korban tragedi. Polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, justru menghabisi nyawa masyarakat. Peristiwa ini bukanlah hal yang layak diabaikan, ada nyawa dan masa depan yang terenggut begitu saja. Perjalanan menuju keadilan masih panjang dan keadilan tidak akan datang jika kita berhenti bersuara. Mari kita bersama-sama terus mengawasi, menyebarkan informasi, dan tidak membiarkan kasus ini hilang ditelan waktu. Kawal proses hukum dan tunjukkan bahwa setiap nyawa rakyat berarti, Cybies!

#ACAB
#StopPoliceBrutality
#PolisiPembunuh
#IndonesiaGelap




Jika kami harus mati, biarlah kami mati bersama demokrasi.




Forward from: ENGLISH FESS
Police Brutality in Jakarta Protests (Killing of Civilians and Suppression of Democracy) has sparked nationwide outrage. On August 28, 2025, thousands of workers and students gathered in Jakarta to demand fair wages, labor reforms, and an end to lawmakers’ excessive privileges. Instead of protection, the police responded with extreme violence—deploying tear gas, water cannons, brute force, and armored vehicles. Over 150 were injured, more than 400 arrested, and one civilian was tragically killed after being run over by a Brimob vehicle.

The protest was centered on the workers’ key demands under “HOSTUM: Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah” (Abolish Outsourcing, Reject Low Wages):
• End unfair outsourcing – workers can spend years at a company without security, benefits, or stability. They demand outsourcing be banned for core business functions.
• Reject low wages – workers are calling for an 8.5%–10.5% wage increase in 2026, arguing that pay must keep up with inflation and economic growth.
• Tax reform for workers – raise the non-taxable income threshold to IDR 7.5 million/month and stop taxing severance pay (pesangon), holiday bonuses (THR), and old-age benefits (JHT).
• Beyond this, they also demand a halt to mass PHK (layoffs), the passage of a new RUU Ketenagakerjaan (Labor Bill), and government support for the RUU Perampasan Aset (Asset Forfeiture Bill).




Selamanya bagi kamu itu, seberapa lama?








Auxiliary Quest: Comradeship Invitation Letter. ✉️

Morn afore sole not-so yearned night, shall not fight the leaf’s touch. Forebears the autumn whilst fallen leaves forthwith an unforgotten memoir. One hand to hold the pitched black borealis, a long way to keep it warm behind the caterpillar. Capestry is currently seeking some camaraderie (special prompting solely for fellow profile needs, wording, and art commissions business). Go get your saved latitude at @CapestryRobot!




Entombing within perpetual misery, paralyzed beyond desolation that downward spiraling an empty shell. Blood fills up, hence drowning the lungs between soreness and twinges. Morality decays, the setting sun has reached the sphere’s end. Poisoned beliefs afore a shooting star—flashing lights in solitude. Stained sheer disobeying soaked decrees: Cataclysm shading behind regulations prior to persisting into VOMITTED WORDS.

ACCOUNT BIOGRAPHY & CHANNEL DESCRIPTION.
PINNED WORDING.
CUSTOMIZED WORDING.
WORDING PACKAGE.
FURTHERMORE.

Disease clenching against the mass. Rots and devouring the sacred breeze, howling through an open entrance. Concealing fate therefore, each step taken among denuded land, fleeing petals grasping the downcast tears.






ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ  ㅤFURNISH THE VESSELㅤㅤㅤㅤ
ㅤ   OVERBEARING ANGER / DIMINISHEDㅤ
ㅤ   DELIVERS AN ENDLESS SACRIFICEㅤ

ㅤㅤ
Entwined between warmth and grief, once be known the wickedness afore mankind—one’s heart be filled with wrath hence greed. Behold the evidence of bewilderment, sense the epitome of a blazing shudder throughout this flesh among spine. Scarring blood against the vacant meadow, bearing PRIOR MEMORANDUM equally terms and conditions in this place’s surroundings. Woebegone melancholia pierced inside the beating heart. Penetrated selfish machines, creatures once feed their unbearable adulation with contagious belief therefore let themselves drown in eternal slumber.
ㅤㅤ



20 last posts shown.

76

subscribers
Channel statistics