"Aku memang pencinta wanita, namun ku bukan buaya. Yang setia pada seribu gadis, ku hanya mencintai dia."
Sekitar jam 2 dini hari, tempat itu makin malam bakal makin ramai pengunjung. Udah jelas tau tempatnya,
club. Gua di
club nggak sendiri, ada Papa, temennya Papa dan juga sohib gua. Aslinya sih gua males banget kalau harus ke tempat itu plus ada Papa, walau Papa juga demen ke
club malam kayak gua. Tapi gua nggak banget kalau harus satu
club sama bokap, eneg liat wajahnya. Tua bangka itu bersikap seolah-olah nggak ada terjadi sesuatu sama keluarganya dan nunjukin wajah bahagia. Sedangkan dibalik wajah bahagianya dia beneran gila kayak psikopat.
Dunia malam bagi gua udah kayak teman, semuanya ngandelin dunia malam. Karena emang itu tempat buat gua dan sohib gua, mahasiswa yang doyan banget keluyuran dan malah bolos kampus, selalu dapat surat peringatan. Dosen juga muak kayaknya sering ngasih SP buat gua sama ketiga sohib gua, dan betulan aja kita berempat juga gumoh sama semua tugas kampus. Di saat mahasiswa lain sibuk rapat, kita malah sibuk nongkrong sampai lagi, lagi, lagi dan lagi disambut "
Surat Peringatan."
https://open.spotify.com/track/0sMclGmddV8xeqBgI2k2yB