๐‡๐šฐ๐‘๐Œ๐šฐ๐ !! ๐Ž๐…๐‚ ๐’๐„๐‘๐๐„๐๐“๐‡๐‘๐€


Kanal geosi va tili: koโ€˜rsatilmagan, koโ€˜rsatilmagan
Toifa: koโ€˜rsatilmagan


SINCE 28 - 08 - 2025.
BOT
MPPS @pserpenthrabot (OPEN)
PFP @serpenthrapfpbot (OPEN)

Bogโ€˜liq kanallar

Kanal geosi va tili
koโ€˜rsatilmagan, koโ€˜rsatilmagan
Toifa
koโ€˜rsatilmagan
Statistika
Postlar filtri




๐ŸŽ™Gevardian & Naruna : Nah itu 7 Jendral G30spki yang sudah berjuang untuk mempertahankan negara kita, kita sebagai generasi berikutnya harus terus menghormati dan mengingat selalu jasa pahlawan yang rela gugur demi negara kita tetep berdiri, dari 7 pahlawan ini kita dapat mengetahui tentang berbagai informasi, dan semangat yang harus terus membara untuk negara kita

๐ŸŽ™Gevardian : Ternyata konten kali ini berakhir sampe segini serpn nanti kapan kapan kalian bakal ketemu lagi ga bareng kita berdua, nanti kapan kapan kita konten berdua lagi ya Naruna

๐ŸŽ™ Naruna : iya semoga aja ya kita bakal menyampaikan konten konten berikutnya

๐ŸŽ™ Gevardian & Naruna : Kami Gevardian Princeton dan Naruna Jevera izin pamit undur diri dari konten kali ini, maaf bila ada kesalahan kata, atau kesalahan apapun itu, saksikan konten kita berikutnya.

#SerpenthraFeed




๐ŸŽ™ Naruna : 7. Letnan Pierre Tendean.
Pierre Tendean merupakan salah satu tokoh Indonesia yang gugur dalam peristiwa G30S PKI. Sejak itu Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia sebagai penghargaan atas perjuangannya dalam G30S PKI.

Peristiwa G30S PKI dimulai pada 30 September 1965 saat terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap para petinggi TNI Angkatan Darat. Tepatnya pada 1 Oktober 1965.

Saat itu Pierre yang tertidur lalu bergegas memeriksa keadaan dan menghadapi pasukan Cakrabirawa. Pierre tidak mencoba melarikan diri dan mengaku sebagai Jenderal Nasution kepada pasukan.

Alhasil Jenderal Nasution dan keluarganya dapat menyelamatkan diri. Namun, Pierre diculik dan dibunuh oleh pasukan Cakrabirawa. Jasadnya kemudian dimasukkan dalam sumur tua yang dikenal dengan Lubang Buaya, Jakarta Timur.




๐ŸŽ™ Gevardian : 6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo

Brigadir Jenderal (Brigjen) Sutoyo Siswomiharjo menjadi salah satu korban dalam sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Perwira tinggi militer Angkatan Darat (AD) tersebut kemudian dianugerahi kenaikan pangkat anumerta mayor jenderal (mayjen) serta ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

tengah malam 30 September 1965, atau tepatnya 1 Oktober dini hari, sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota Pasukan Pengawal Presiden atau Cakrabirawa, mendatangi kediaman Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjoโ€”saat itu masih berpangkat Brigjenโ€”di Menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah prajurit Cakrabirawa tersebut memaksa Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo untuk ikut. Dalihnya, ada perintah dari Presiden Sukarno untuk segera menghadap.

Sutoyo enggan melawan karena takut situasi semakin runyam. Ia tidak ingin keluarganya menjadi korban. Terlebih, ia punya dua anak yang masih remaja, Agus Widjojo dan Nani Sutoyo.

Maka, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo menuruti pasukan Cakrabirawa itu. Namun, nyatanya, ia dibawa bukan untuk menghadap Presiden Sukarno, melainkan diculik dan ditempatkan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Keluarga Sutoyo pun kebingungan karena tidak mendapat kabar apapun setelahnya.




๐ŸŽ™ Naruna : 5. Brigjen D.I. Panjaitan.
Mayor Jenderal Donald Isaac Panjaitan adalah pahlawan revolusi yang menjadi korban Gerakan 30 September di Jakarta pada tahun 1965. Ia merupakan salah satu pemuda yang ikut mendirikan BKR awal masa Republik Indonesia dan terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada dini hari 1 Oktober 1965, tujuh perwira tinggi diculik dan dibunuh oleh PKI.

Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, rumah D.I. Panjaitan didatangi oleh prajurit G 30 S. Menurut kesaksian istrinya, pada malam itu pintu pagar terkunci, sehingga para prajurit tersebut harus melompati pagar untuk masuk ke halaman rumah. Setelah itu, mereka menemukan pintu rumah terkunci dan merusaknya dengan menembakkan senjata beberapa kali. Tembakan ini membuat D.I. Panjaitan siaga. Tak lama kemudian, suara tembakan terdengar lagi. Gerombolan itu berhasil masuk ke rumah dan memerintahkan D. I. Panjaitan untuk ikut dengan gerombolan mereka.




๐ŸŽ™ Gevardian : 4. Mayjen S. Parman

S. Parman lahir tanggal 4 Agustus 1918, di Wonosobo, Jawa Tengah. Ayahnya merupakan pedagang yang lumayan sukses di Wonosobo. Namanya Kromodiharjo.

sebanyak 20-an tentara, menjelang subuh 1 Oktober 1965, mendatangi rumah Siswondo Parman di Jalan Serang, Menteng, Jakarta Pusat.

S. Parman yang semalaman melekan bareng sang istri, segera keluar rumah begitu mendengar suara ribut. Semula ia menyangka ada perampokan di rumah tetangga. Belakangan ia baru tahu bahwa kegaduhan berasal dari beberapa tentara anggota Resimen Cakrabirawa yang datang menemuinya.

Kepada Siswondo Parman, para tentara itu bilang menerima perintah dari Presiden untuk menjemput sang jenderal. Tanpa menunjukkan sikap curiga, S. Parman dengan tenang kembali masuk ke dalam rumah untuk mengenakan seragam kemiliteran. Dia pun dibuntuti beberapa orang tentara.

Hingga diangkut kendaraan yang menuju Lubang Buaya, Siswondo Parman tidak memberikan perlawanan. Meskipun demikian, ia tampaknya betul-betul sadar sedang dalam bahaya. Sebelum pergi, S. Parman berbisik pada sang istri, Sumirahayu, agar segera menelepon Ahmad Yani. Sayangnya, para tentara yang membawa Siswondo Parman juga merampas pesawat telepon di kediamannya




๐ŸŽ™ Naruna : 3. Mayjen M.T. Haryono

MT Haryono dilahirkan pada 20 Januari 1924 di Kota Surabaya, dari pasangan Mas Harsono Tirtodarmo dan Patimah. Ia hidup sebagai putra dari seorang jaksa di Sidoarjo

Tragedi Pembunuhan MT Haryono
Pada 1 Oktober 1965, ketika memasuki waktu dini hari, Pasukan Cakrabirawa mendatangi kediamannya di Jalan Prambanan Nomor 8. Pasukan itu mengatakan kepada istri Haryono bahwa sang suami mendapat perintah untuk menghadap ke Presiden Soekarno.

Haryono menunjukkan perlawanan sembari berusaha merebut senjata dari tangan Cakrabirawa tersebut, akan tetapi usahanya gagal, kemudian ia berlari keluar sebelum akhirnya ditembak mati. Jenazahnya diseret melalui kebun menuju Lubang Buaya, sebuah markas pemberontakan di selatan pinggiran Jakarta.




๐ŸŽ™ Gevardian : 2. Mayjen S. Soeprapto.

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Anumerta) R. Suprapto adalah salah satu korban G30S atau Gerakan 30 September 1965. Raden Suprapto meninggal pada tanggal 1 Oktober 1965 di Lubang Buaya, Jakarta. Pahlawan revolusi Indonesia ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Setelah gugur dalam peristiwa G30S, R. Suprapto meninggalkan istrinya, Julie Suparti, dan lima anak, yaitu Ratna Purwati, Sri Lestari, Pudjadi Setiadharma, Asung Pambudi, dan Arif Prihadi Ajidharma.

R. Suprapto disebut sebagai salah satu penentang rencana Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam membentuk Angkatan Kelima. Angkatan Kelima adalah unsur pertahanan keamanan Republik Indonesia yang diusulkan PKI, diambil dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai.

Suprapto diculik pada 1 Oktober 1945 dini hari dan dibunuh. Jenazah R. Suprapto ditemukan di daerah Lubang Buaya dan dimakamkan beberapa hari kemudian.




๐ŸŽ™Naruna : 1. Jenderal ( anumerta ) Ahmad Yani.
Jenderal Ahmad Yani adalah seorang Pahlawan Revolusi dan Pahlawan Nasional Indonesia yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Beliau dianugerahi gelar tersebut karena jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan dan ideologi Pancasila, serta sebagai bentuk pengakuan atas pengorbanannya sebagai korban tragedi tersebut. Ahmad Yani memiliki peran besar dalam berbagai pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Jenderal Ahmad Yani adalah seorang tokoh militer yang sangat disegani. Sebelum peristiwa G30S/PKI, ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ahmad Yani dikenal sebagai seorang perwira yang tegas dan sangat anti-komunis. Ia diculik dan dibunuh di rumahnya oleh pasukan G30S PKI pada malam 30 September 1965.




๐ŸŽ™Gevardian: Hallo Serpenthra, ini pertama kalinya saya membuat dan membawakan konten di ofc Serpenthra #SerpenthraFeed, karena hari ini juga hari kesaktian Pancasila saya ingin membawakan konten dengan judul "7 Jendral G30spki" untuk memperingati hari ini.

๐ŸŽ™ Gevardian: Pertama tama perkenalan nama saya Gevardian Princeton, saya tidak membawakan konten sendirian melainkan saya memiliki partner yang sangat cantik, yang bernama Naruna Jevera nama yang indah bukan? seperti orangnya, disini kita yang akan membawakan konten yang bertema "7 Jendral G30spki" kita akan bekerjasama dan membahas ini secara bersama dengan kompak, hh lucu, kita lanjut ke topik pembahasan pertama kita aja ya.




join, tar dapet jodoh apalagi si namanya gevar gevar itu

20 ta oxirgi post koโ€˜rsatilgan.

1 674

obunachilar
Kanal statistikasi