Hati saya mencintaimu seperti syair yang tak pernah rehat untuk meminta dibaca.
Menempatkan dirimu sebagai suaka duka yang membuat saya betah tak ingin pindah.
Kau akan selalu terlintas di dalam kepala saya, seperti orang yang berlalu-lalang dengan membawa amanat. Amanat yang berisi rindu, asa, dan candu terhadap afeksimu.
Kau akan selalu saya sediakan ruang yang tak akan pernah redup.
Kau dan saya, akan saya pastikan tak pernah menjadi terik dan malam.
Kau akan selalu saya jadikan medan dalam segala cerita.
Benar kata Sapardi Djoko Damorno dalam syairnya "saya ingin mencintaimu dengan sederhana."
Mencintaimu cukup dengan sederhana.
Karena kau adalah pelaku utama yang tak akan pernah terganti.
Karena dengan matamu saya temukan bahasa dalam keheningan.
Dan karena kau adalah citra dari filososi mencintai sederhana
-LTA
Menempatkan dirimu sebagai suaka duka yang membuat saya betah tak ingin pindah.
Kau akan selalu terlintas di dalam kepala saya, seperti orang yang berlalu-lalang dengan membawa amanat. Amanat yang berisi rindu, asa, dan candu terhadap afeksimu.
Kau akan selalu saya sediakan ruang yang tak akan pernah redup.
Kau dan saya, akan saya pastikan tak pernah menjadi terik dan malam.
Kau akan selalu saya jadikan medan dalam segala cerita.
Benar kata Sapardi Djoko Damorno dalam syairnya "saya ingin mencintaimu dengan sederhana."
Mencintaimu cukup dengan sederhana.
Karena kau adalah pelaku utama yang tak akan pernah terganti.
Karena dengan matamu saya temukan bahasa dalam keheningan.
Dan karena kau adalah citra dari filososi mencintai sederhana
-LTA