; Kita terduduk dikala senja berada di himpitan langit, mencoretkan sedikit kenang agar tak selalu punah. Lampiran dari atmaja kita dengarkan, katanya-Langit jingga seolah prasasta kalbu, ia sangat dipuji puji oleng sang Esa, karna ia tempat berpulang jiwa jiwa yang rapuh, juga. Kita selalu menunggu langit dikala jingga, karna ialah tempat pulang.
Kita @Keasatria ; @songji_young ; @eOldMoney ; @kimyeriimst ; @iechanle ; @boncdel ; @Jinnyx jiwa-jiwa yang rapuh juga. Jiwa-jiwa yang terbelenggu luka.
Kita @Keasatria ; @songji_young ; @eOldMoney ; @kimyeriimst ; @iechanle ; @boncdel ; @Jinnyx jiwa-jiwa yang rapuh juga. Jiwa-jiwa yang terbelenggu luka.