Video is unavailable for watching
Show in Telegram
──꯭꯭─ ★ 🎙₊ ⊹ Pharse : Masuk ke story ketiga, yaitu..
𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐈 𝐏𝐈𝐋𝐈𝐇, 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊
Malam itu, proyek masih hidup meski semua orang sudah pulang. Rian lembur sendirian.
Jam 01.13, tiba-tiba mesin crane bergerak sendiri. Lampu berkedip. Suara langkah terdengar di belakangnya. Padahal… tidak ada siapa-siapa.
“Siapa?” suaranya gemetar.
Hening, tidak ada jawaban.
Tetapi di tanah basah dekat tiang beton, muncul jejak kaki… satu per satu.
Melangkah mengarah ke Rian.
Rian mundur perlahan, keringat membasahi sekujur tubuhnya. Tubuhnya gemetar ketakutan, Rian menoleh ke belakang, tidak ada siapapun.
Lalu ia melihat sesuatu di ujung proyek.
Beberapa pekerja berdiri diam.
Helm kuning. Baju proyek. Tubuh mereka… rusak.
Ada yang kepalanya miring seperti ingin terlepas. Ada yang setengah badannya hilang.
Mereka menatap Rian. Diam, tanpa suara.
Tiba-tiba… seorang mandor muncul di belakangnya.
“Sudah lihat mereka?”
Tubuh rian kaku.
Mandor itu lanjut berbicara dengan pelan.
“Proyek ini selalu butuh tumbal.”
“Gue gak mau…” Rian mundur.
Mandor hanya tersenyum tipis.
“Yang dipilih… tidak bisa menolak.”
Lampu padam.
Teriakan Rian menggema, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengar.
Sunyi, dingin, mencekam.
Keesokan paginya, proyek berjalan normal.
Tidak ada yang aneh.
Hanya saja… jumlah pekerja bertambah satu.
Di ujung proyek, seorang pria berdiri diam.
Memakai helm kuning.
Wajahnya pucat.
Dan matanya… kosong.