ㅤㅤ
Mikalas sebagai adik.
Yang ini adik saya yang paling kecil, Mika. Sebagai kakak yang baik saya harus tunduk kepada anak yang paling bontot deh pokoknya. Semua keinginan dia dituruti sama ibu, agak iri sih tapi ya terima nasib saja. Tapi saya juga menuruti semua perkataan dan keinginan anak kecil satu ini.
Intinya semua hal bahkan disuruh untuk membangun seribu candi dalam semalam pun bakal saya jabanin, asal candinya itu candi crush saga. Yakali candi betulan, bisa gila dulu saya nantinya. Anak ini cukup tertutup sama orang disekitarnya, bahkan keluarga sendiri sekalipun dia tidak akan cerita sebelum ada yang menanyakan kondisinya.
Saya sebagai kakak yang baik, saya sering menanyakan bagaimana hari-harinya, atau kita cukup bertukar cerita atau canda tawa dari lelucon yang kita buat sendiri. Terkadang kita juga berbagi rahasia, dan juga pasti ada kata-kata "Jangan beritahu ibu soal ini, ya?." tiap kali kita berbagi cerita yang menurut kita sendiri itu privasi dan hanya ingin disimpan berdua saja.
Sering juga saya disabarkan dengan tingkah lakunya yang kekanakan dan tengil sekali itu, ya walaupun agak kesal tapi saya senang sekali bisa memiliki adik kecil yang sangat saya sayangi. Ingin rasanya berterima kasih kepada Tuhan karena sudah mengirimkan anak kecil ini, suatu hal yang membuat saya bahagia itu memilikinya di hidup saya.
Berhubung anaknya cukup tertutup, kalau disukai dengan lawan jenis pasti dia bakal panik kelabakan menanyakan beribu pertanyaan ke saya. Contohnya, "Kak, gimana ini? kok bisa sih dia suka sama aku? emang aku apa spesialnya deh?." dan berbagai macam pertanyaan yang entah darimana pemikiran itu berasal. Tapi gilirannya tidak ada lawan jenis yang mendekati nanti bilangnya "Kak, emang aku sejelek itu ya? masa gaada yang suka sama aku sih? emang ya aku tuh don't deserve to be loved.", saya sudah seperti menjawab pertanyaan anak kecil sepertinya, tapi saya juga senang sekali memiliki adik kecil seperti dia.