Waktu berjalan dan kamu berubah haluan. Beruntung ada lembaran foto yang tidak ikut berubah, setidaknya di sana kamu masih mencintaiku. Dalam selembar foto lama itu, kita pernah sedekat nadi dan sebahagia itu. Kini, sesi potret itu telah usai, meninggalkan aku yang terpaksa berteman dengan bayanganmu yang diam.