Dari atas jembatan, Kota Metropolitan terlihat bercahaya. Gedung-gedung tinggi dan kendaraan, pada hari yang gelap disertai bintang. Derungan mesin adalah satu-satunya hal yang terdengar secara dominan. Melalui jalan yang melayang ini, kedua mata yang terbiasa untuk tutup akan kenyataan dunia, mendadak terbuka. Meratapi segalanya, orang yang berlalu lalang di jalan setapak, pengendara dangan muka kelaparan, dan muak terhadap kemacetan.
Terlihat seperti di kejar oleh hal besar, dunia menatap dengan senyuman dan rasa kasihan.
Waktu menuntut dan terus berjalan, tidak peduli kendala apapun yang mengganggu sang Insan kepada tujuan.
Terlihat seperti di kejar oleh hal besar, dunia menatap dengan senyuman dan rasa kasihan.
Karena jika tidak berlari sedari sekarang, mungkin jembatan yang tengah dipijak pun tak 'kan bisa terlihat oleh pandangan.