Lembar pertama
Dersik menyapu wajah dahayu seorang atma bersurai legam, bukan harsa yang datang kala itu. Semesta rasanya ingin bertekuk lutut, meminta ampun atas apa yang atma itu alami. Pilu, rasanya sang-atma ingin berteriak jikalau ia bisa. Ia repui, bersamaan dengan cuaca redum. Sudah sedari tadi ia merenung,...