Langit malam yang cerah tanpa terhalang awan, membuat siapapun mungkin ingin menikmati keindahannya barang sejenak. Bagaimana tidak? Bintang bertaburan menghiasi angkasa, tak terlupa bulan purnama yang bersinar terang dengan indahnya, menerangi kegelapan malam. Di malam itu pula, terdapat sepasang insan Tuhan yang tengah menikmati ciptaan-Nya sambil melakukan sedikit perjalanan malam.
“Alit, semisalkan kita diibaratkan sebagai objek astronomi, menurutmu perumpamaan apa yang paling cocok?” tanya pria itu, pria yang selalu memanggil wanitanya dengan sebutan ‘Alit’.
Sejenak aku terdiam, berpikir sebentar dan kemudian menemukan jawabannya. “Mungkin bulan dan matahari? Saya bulannya, lalu kamu sebagai matahari.” Kuperhatikan wajahnya yang tampan itu, perlahan memudarkan senyuman tipisnya dan menunjukkan ekspresi bingung, seakan bertanya-tanya.
“Ada apa dengan matahari dan bulan? Kenapa kamu memilih kedua objek tersebut?” Benar, kan? Dia memang bingung rupanya. Wajahnya yang menunjukkan raut kebingungan itu, entah kenapa terlihat menggemaskan.
“Begini,” ucapku sebelum melanjutkan kalimatku. Menghela nafas sejenak dan kemudian berkata, “Kamu tahu? Bulan nggak bisa bersinar tanpa adanya matahari. Begitu pula dengan saya. Saya nggak bisa bersinar kalau kamu tak ada di sekitar saya. Saya butuh kamu, Agas, untuk menerangi segala hal yang ada pada saya.”
Setelah menyelesaikan penjelasanku, sepasang tangan tiba-tiba mengangkat tubuhku. Secara spontan aku mengalungkan lengan di lehernya agar tak terjatuh. “Saya sayang kamu, Juandra Argasabda. More than you think I am, more than anything else,” ujarku sambil menatap pria besar yang tengah menggendongku, kemudian berusaha untuk meraih pipinya dan memberikan sebuah kecupan hangat.
“I have no words to describe how much I love you, Thalia. I love you, a lot more than I show,” balasnya sambil menempelkan hidungnya ke hidungku. Kemudian ia menurunkanku, menggenggam erat jemari kekasihnya dan kembali melanjutkan perjalanan ke rumah.
.
.
.
Lagi-lagi, langit malam menjadi saksi dari cinta sebuah pasangan yang sedang dimabuk asmara.