"Daddy! Daddy! Hey daddy!" Teriak seorang lelaki manis sambil memutari penthouse lelaki lain yang dipanggilnya Daddy. Teriakannya sukses membuat seorang yang dipanggilnya turun dan menemuinya di lantai bawah.
Daddynya bernama asli Kalé Park. Berperawakan cukup tinggi, dan muka yang sangat rupawan. Seorang bos Mafia yang tersohor di seluruh negeri dengan sebutan 'Parx'.
"Ya ada apa, Candy?" Tanya Kale pada Candy. Tidak-tidak, Candy bukan nama aslinya. Mana mungkin seorang pembunuh bayaran bergender laki-laki memiliki Candy. Itu hanya panggilan Kale untuk babyboynya yang bernama asli Suga Min.
"Daddy, tadi Can melihat banyak adegan baru di blue film yang Can lihat. Dan akhirnya, Can memutuskan untuk pergi dan membeli beberapa peralatan yang ada di situ." Jelasnya sambil menggiring daddynya ke kamar. Yang digiring sedari tadi sudah menyeringai sejak mendengar kata blue film. Jiwa mesumnya sudah mulai memikirkan banyak hal yang menjurus ke sana.
"Daddy lihat, buttplug yang lucu~ kekeke." jelas Candy sambil menunjukkan semua isi paperbag yang dibawanya. Sedangkan sang daddy hanya bisa diam melihat sambil menahan hasrat yang sudah menggebu.
Dipeluknya pinggang sang submissive, lalu berbisik seduktif di telinga submissivenya. "Kau tahu apa yang kau lakukan sayang?" Lalu ia menjilat pelan telinga submissivenya.
"A-ah, yes daddy of course."
"Jadi kau memang berniat memberikan badanmu untuk ku siksa secara cuma-cuma dengan alat-alat itu?" Tanya sang dominant sambil memilin puting sang submissive yang masih tertutup baju.
"Ah- tentu saja daddy" Jawab sang submissive sambil mengelus rahang daddynya.
Sang dominant bergerak cepat untuk melepas semua kain yang ada di badan submissive nya. Tak lupa tangannya bergerak kesana kemari menjelajahi badan submissive nya. Sang dominant mulai mengikat tangan dan kaki submissive, sedang sang submissive hanya bisa diam dan menikmati semua yang daddynya berikan. Sang dominant mulai mengocok kejantanan milik submissivenya sekaligus memasangkan cockring. Seringai liciknya mulai nampak. Ia nampaknya sudah menemukan hukuman yang tepat untuk submissivenya
Ia mendekat ke arah submissivenya dan berbisik "Daddy ada urusan, kau harus tau diri. jangan memanggil daddymu, karena sekali kau memanggilku maka hukumannya sekali cambuk. Kau paham, manis?" Perintah sang daddy hanya diangguki pelan oleh submissivenya. Sang daddy pun mulai menutup mata submissivenya lalu memasukkan vibrator ke dalam lubang sang submissive.
"Save wordmu kali ini adalah 'Ome', Katakan jika kau sudah tak tahan." Sang daddy mulai menggetarkan vibrator yang ada di dalam submissivenya dengan kecepatan maksimum.
Sang submissive mulai meronta, saat itu pula daddynya memasangkan nipple clamp ke putingnya. Sang submissive pun mulai merengek kesakitan. Sang dominant mulai menggerakan kakinya membuat suara yang terkesan bahwa ia telah meninggalkan sang submissive. Namun sebenarnya, ia berada di sana menonton semua pergerakan sang submissive yang menurutnya amat menggoda.
🕸️Kale, 16.11
Daddynya bernama asli Kalé Park. Berperawakan cukup tinggi, dan muka yang sangat rupawan. Seorang bos Mafia yang tersohor di seluruh negeri dengan sebutan 'Parx'.
"Ya ada apa, Candy?" Tanya Kale pada Candy. Tidak-tidak, Candy bukan nama aslinya. Mana mungkin seorang pembunuh bayaran bergender laki-laki memiliki Candy. Itu hanya panggilan Kale untuk babyboynya yang bernama asli Suga Min.
"Daddy, tadi Can melihat banyak adegan baru di blue film yang Can lihat. Dan akhirnya, Can memutuskan untuk pergi dan membeli beberapa peralatan yang ada di situ." Jelasnya sambil menggiring daddynya ke kamar. Yang digiring sedari tadi sudah menyeringai sejak mendengar kata blue film. Jiwa mesumnya sudah mulai memikirkan banyak hal yang menjurus ke sana.
"Daddy lihat, buttplug yang lucu~ kekeke." jelas Candy sambil menunjukkan semua isi paperbag yang dibawanya. Sedangkan sang daddy hanya bisa diam melihat sambil menahan hasrat yang sudah menggebu.
Dipeluknya pinggang sang submissive, lalu berbisik seduktif di telinga submissivenya. "Kau tahu apa yang kau lakukan sayang?" Lalu ia menjilat pelan telinga submissivenya.
"A-ah, yes daddy of course."
"Jadi kau memang berniat memberikan badanmu untuk ku siksa secara cuma-cuma dengan alat-alat itu?" Tanya sang dominant sambil memilin puting sang submissive yang masih tertutup baju.
"Ah- tentu saja daddy" Jawab sang submissive sambil mengelus rahang daddynya.
Sang dominant bergerak cepat untuk melepas semua kain yang ada di badan submissive nya. Tak lupa tangannya bergerak kesana kemari menjelajahi badan submissive nya. Sang dominant mulai mengikat tangan dan kaki submissive, sedang sang submissive hanya bisa diam dan menikmati semua yang daddynya berikan. Sang dominant mulai mengocok kejantanan milik submissivenya sekaligus memasangkan cockring. Seringai liciknya mulai nampak. Ia nampaknya sudah menemukan hukuman yang tepat untuk submissivenya
Ia mendekat ke arah submissivenya dan berbisik "Daddy ada urusan, kau harus tau diri. jangan memanggil daddymu, karena sekali kau memanggilku maka hukumannya sekali cambuk. Kau paham, manis?" Perintah sang daddy hanya diangguki pelan oleh submissivenya. Sang daddy pun mulai menutup mata submissivenya lalu memasukkan vibrator ke dalam lubang sang submissive.
"Save wordmu kali ini adalah 'Ome', Katakan jika kau sudah tak tahan." Sang daddy mulai menggetarkan vibrator yang ada di dalam submissivenya dengan kecepatan maksimum.
Sang submissive mulai meronta, saat itu pula daddynya memasangkan nipple clamp ke putingnya. Sang submissive pun mulai merengek kesakitan. Sang dominant mulai menggerakan kakinya membuat suara yang terkesan bahwa ia telah meninggalkan sang submissive. Namun sebenarnya, ia berada di sana menonton semua pergerakan sang submissive yang menurutnya amat menggoda.
🕸️Kale, 16.11