malik lagi-lagi memastikan keadaan puannya. berkali-kali ia mengucapkan kalimat tak apa. berkali-kali pula ia mengusap bibir puannya yang kini penuh rudira. jumantara tak lagi mendukung, munculnya petrikor bersamaan dengan dewi malam yang kini egois sendiri.
rambutnya panjang untuk ukuran seorang pria. gadis itu ingat betul. ia terambau dari balkon lantai dua kamarnya, malik lah yang pertama kali menolongnya.
kini telinganya berdengung. membayangkan begitu banyak genjrengan gitar berputar di kepala. mungkin batang hidungnya telah pukah, pula ubun-ubunnya telah rekah. hampirlah ia mati sebab netranya telah abu. hampirlah ia kemungkus, bagai raga tak terurus.
sedu sedan mengitarinya. afeksi penuh dera nada, meminta ampun sementara ia telah serumpun. malik lah yang meyakinkan bahwa ia tak apa, baskara memancarkan sinarnya, begitu pula rasa sembuhmu berkala.
laki-laki itu penuh rahsa juga rahasia. bersamanya membangkitkan retisalya, bersamanya penuh lara pula nestapa. bersamanya engkau rakit harsa dunia. bersamanya engkat jadi atma paling bahagia di dunia.
#phospene
malam minggu.
rambutnya panjang untuk ukuran seorang pria. gadis itu ingat betul. ia terambau dari balkon lantai dua kamarnya, malik lah yang pertama kali menolongnya.
kini telinganya berdengung. membayangkan begitu banyak genjrengan gitar berputar di kepala. mungkin batang hidungnya telah pukah, pula ubun-ubunnya telah rekah. hampirlah ia mati sebab netranya telah abu. hampirlah ia kemungkus, bagai raga tak terurus.
sedu sedan mengitarinya. afeksi penuh dera nada, meminta ampun sementara ia telah serumpun. malik lah yang meyakinkan bahwa ia tak apa, baskara memancarkan sinarnya, begitu pula rasa sembuhmu berkala.
laki-laki itu penuh rahsa juga rahasia. bersamanya membangkitkan retisalya, bersamanya penuh lara pula nestapa. bersamanya engkau rakit harsa dunia. bersamanya engkat jadi atma paling bahagia di dunia.
#phospene
malam minggu.