engkau dan aku, anala abadi.
tak pernah tertiup sarayu.
pula cakrawala mensyukuri.
ratusan hari berlalu, ia tetap kamu.
bertanyalah aku apa kabar.
engkau jawab baik, teramat baik.
ku simpulkan se-hal.
“engkau jauh lebih baik tanpa hadirku.”
aku masih.
rasa ini pula berselisih.
tak pernah berujung tersisih.
kemarin ku temukan penggantimu.
rasa ini tak pernah surut akanmu.
di kepalaku masih kamu.
di atmaku masih tentangmu.
aku harus apa?
perlukan kita kembali mengulang semuanya?
— tanda baik-baik saja, S.
tak pernah tertiup sarayu.
pula cakrawala mensyukuri.
ratusan hari berlalu, ia tetap kamu.
bertanyalah aku apa kabar.
engkau jawab baik, teramat baik.
ku simpulkan se-hal.
“engkau jauh lebih baik tanpa hadirku.”
aku masih.
rasa ini pula berselisih.
tak pernah berujung tersisih.
kemarin ku temukan penggantimu.
rasa ini tak pernah surut akanmu.
di kepalaku masih kamu.
di atmaku masih tentangmu.
aku harus apa?
perlukan kita kembali mengulang semuanya?
— tanda baik-baik saja, S.