From: jangan dibales.
Samu, nitip pudding dong. Nanti uangnya gue ganti, serius dah.
"Monyet, ujungnya juga dia tetep lupa buat ganti uang gue." Osamu bergumam kesal melihat pesan yang dikirimkan Atsumu kepadanya. Latihan baru saja selesai, dan saat ini Osamu sedang berdiam diri di depan gerbang sekolah. Kebiasaannya untuk menunggu Atsumu keluar kelas, tapi ia lupa bahwa Atsumu sudah pulang duluan karena sakit.
"Lah, belum balik lu Sam?"
Osamu melirik pada Aran serta Kita yang baru saja keluar dari gerbang sekolah. Osamu menggeleng, "belom, gue lupa Atsumu sakit, biasanya kan gue nunggu dia disini."
"Idih, tumben lu mau nunggu dia? Biasanya juga suka duluan." sahut Aran. "Yaudah, balik bareng aja yuk. Keburu malem, mau hujan juga."
"Duluan aja Ran, gue mau beli pudding dulu buat Tsumu. Tuh anak kalo sakit banyak maunya, gak diturutin nanti berisik." tolak Osamu. Kita menatapnya, "pudding? Atsumu mau pudding?"
"Iya kak, kesukaan dia. Duluan aja sama Aran, gapapa—"
"Yaudah, saya sama Aran anterin deh. Gimana?"
Osamu terdiam sejenak, ditatapnya kedua lelaki itu bergantian. Ia bertanya, "gak ngerepotin nih? Rumah kita kan beda bis, nanti kak Kita sama Aran kehujanan lagi gara-gara nunggu terlalu lama."
"Gapapa, saya juga mau beli sesuatu." jawab Kita. Ia melirik Aran, "gapapa kan kita nganterin Samu dulu?"
"Iya, gue mana bisa nolak coba kalo lu yang minta Shin, lagian nih bocil kan tanggung jawab gue sejak kecil." Aran menatap Osamu sinis, yang dibalas tatapan kesal oleh Osamu. Osamu membalas, "maksud lu bocil—"
"Udah, ayo cepetan."
Pertengkaran mereka pun terhenti oleh Kita. Ketiganya lantas berjalan ke arah sebuah minimarket yang kebetulan tak jauh dari sekolah. Osamu masuk terlebih dahulu, disusul oleh Kita serta Aran. Ia langsung berjalan ke arah freezer yang khusus menyediakan pudding.
"Gue gabawa duit lebih, gue beli 5 aja dah." gumam Osamu, ia membuka pintu freezer itu dan memasukkan 5 pudding ke dalam keranjang yang sebelumnya sudah ia bawa. Kita mendekatinya, "udah, Samu? Kok cuman 5? Sedikit banget?"
"Gabawa uang lebih kak, gapapa kok. Besok kan bisa beli lagi pake uangnya Atsumu." jawab Osamu. Kita terdiam sesaat, sebelum akhirnya lelaki itu mengangguk dan berjalan menghampiri Aran yang sedang sibuk menatap jajaran makanan ringan. Dirasa selesai, Osamu lantas berjalan ke arah kasir. Membayar seluruh belanjaannya kemudian mendekati Kita serta Aran.
"Udah belum? Yuk pulang." ajak Osamu. Kita menoleh, "oh, udah kok. Tunggu aja sama Aran diluar, nanti saya nyusul."
Osamu dan Aran bertatapan sejenak, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk keluar minimarket meninggalkan Kita. Osamu berucap, "lu kayanya deket banget ya sama kak Kita, dia juga keliatannya gak galak kalo sama lu."
"Shinsuke emang gak galak. Lu nya aja pada bandel, makanya dia galak. Diluar dari itu dia biasa aja." sahut Aran, membuat Osamu sedikit tersedak. Osamu memukul lengan Aran sembari tertawa kikuk, "hehehe, ampun lah kak Aran. Kita kan temenan dari kecil, masa lu gitu?"
"Jijik banget lu manggil gue pake 'kak'."
"Aran, Osamu!"
Aran dan Osamu menoleh menatap Kita yang keluar dari minimarket dengan dua plastik belanja di tangan. Lelaki berambut kelabu itu mendekati Osamu, memberikan salah satu plastik yang dipegangnya, "ini ya, kasih buat Atsumu."
"He? Apa ini kak?" Osamu terkejut, meraih plastik itu dan melihat isinya. Ada 15 pudding disana.
"Kak, gak usah. Ini kan uang kakak—"
"Bawa aja, gapapa. Bilang ke Atsumu, cepet sembuh ya? Oh iya, yang limanya buat kamu. Anggep aja saya ngasih." sela Kita dengan senyuman. "Sekarang kamu pulang duluan, takut hujan. Hati-hati ya Osamu?"
"E-Eh.. Iya kak. Makasih banyak ya kak!"
Osamu membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk terimakasih, kemudian berjalan ke arah halte sembari memegang erat kedua plastik pudding di tangannya. Diam-diam ia tersenyum.
"Atsumu ga boong pas dia bilang kak Kita kalo senyum tuh manis. Emang beneran manis, anjir."
— #ホームスイートホーム - End.
Samu, nitip pudding dong. Nanti uangnya gue ganti, serius dah.
"Monyet, ujungnya juga dia tetep lupa buat ganti uang gue." Osamu bergumam kesal melihat pesan yang dikirimkan Atsumu kepadanya. Latihan baru saja selesai, dan saat ini Osamu sedang berdiam diri di depan gerbang sekolah. Kebiasaannya untuk menunggu Atsumu keluar kelas, tapi ia lupa bahwa Atsumu sudah pulang duluan karena sakit.
"Lah, belum balik lu Sam?"
Osamu melirik pada Aran serta Kita yang baru saja keluar dari gerbang sekolah. Osamu menggeleng, "belom, gue lupa Atsumu sakit, biasanya kan gue nunggu dia disini."
"Idih, tumben lu mau nunggu dia? Biasanya juga suka duluan." sahut Aran. "Yaudah, balik bareng aja yuk. Keburu malem, mau hujan juga."
"Duluan aja Ran, gue mau beli pudding dulu buat Tsumu. Tuh anak kalo sakit banyak maunya, gak diturutin nanti berisik." tolak Osamu. Kita menatapnya, "pudding? Atsumu mau pudding?"
"Iya kak, kesukaan dia. Duluan aja sama Aran, gapapa—"
"Yaudah, saya sama Aran anterin deh. Gimana?"
Osamu terdiam sejenak, ditatapnya kedua lelaki itu bergantian. Ia bertanya, "gak ngerepotin nih? Rumah kita kan beda bis, nanti kak Kita sama Aran kehujanan lagi gara-gara nunggu terlalu lama."
"Gapapa, saya juga mau beli sesuatu." jawab Kita. Ia melirik Aran, "gapapa kan kita nganterin Samu dulu?"
"Iya, gue mana bisa nolak coba kalo lu yang minta Shin, lagian nih bocil kan tanggung jawab gue sejak kecil." Aran menatap Osamu sinis, yang dibalas tatapan kesal oleh Osamu. Osamu membalas, "maksud lu bocil—"
"Udah, ayo cepetan."
Pertengkaran mereka pun terhenti oleh Kita. Ketiganya lantas berjalan ke arah sebuah minimarket yang kebetulan tak jauh dari sekolah. Osamu masuk terlebih dahulu, disusul oleh Kita serta Aran. Ia langsung berjalan ke arah freezer yang khusus menyediakan pudding.
"Gue gabawa duit lebih, gue beli 5 aja dah." gumam Osamu, ia membuka pintu freezer itu dan memasukkan 5 pudding ke dalam keranjang yang sebelumnya sudah ia bawa. Kita mendekatinya, "udah, Samu? Kok cuman 5? Sedikit banget?"
"Gabawa uang lebih kak, gapapa kok. Besok kan bisa beli lagi pake uangnya Atsumu." jawab Osamu. Kita terdiam sesaat, sebelum akhirnya lelaki itu mengangguk dan berjalan menghampiri Aran yang sedang sibuk menatap jajaran makanan ringan. Dirasa selesai, Osamu lantas berjalan ke arah kasir. Membayar seluruh belanjaannya kemudian mendekati Kita serta Aran.
"Udah belum? Yuk pulang." ajak Osamu. Kita menoleh, "oh, udah kok. Tunggu aja sama Aran diluar, nanti saya nyusul."
Osamu dan Aran bertatapan sejenak, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk keluar minimarket meninggalkan Kita. Osamu berucap, "lu kayanya deket banget ya sama kak Kita, dia juga keliatannya gak galak kalo sama lu."
"Shinsuke emang gak galak. Lu nya aja pada bandel, makanya dia galak. Diluar dari itu dia biasa aja." sahut Aran, membuat Osamu sedikit tersedak. Osamu memukul lengan Aran sembari tertawa kikuk, "hehehe, ampun lah kak Aran. Kita kan temenan dari kecil, masa lu gitu?"
"Jijik banget lu manggil gue pake 'kak'."
"Aran, Osamu!"
Aran dan Osamu menoleh menatap Kita yang keluar dari minimarket dengan dua plastik belanja di tangan. Lelaki berambut kelabu itu mendekati Osamu, memberikan salah satu plastik yang dipegangnya, "ini ya, kasih buat Atsumu."
"He? Apa ini kak?" Osamu terkejut, meraih plastik itu dan melihat isinya. Ada 15 pudding disana.
"Kak, gak usah. Ini kan uang kakak—"
"Bawa aja, gapapa. Bilang ke Atsumu, cepet sembuh ya? Oh iya, yang limanya buat kamu. Anggep aja saya ngasih." sela Kita dengan senyuman. "Sekarang kamu pulang duluan, takut hujan. Hati-hati ya Osamu?"
"E-Eh.. Iya kak. Makasih banyak ya kak!"
Osamu membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk terimakasih, kemudian berjalan ke arah halte sembari memegang erat kedua plastik pudding di tangannya. Diam-diam ia tersenyum.
"Atsumu ga boong pas dia bilang kak Kita kalo senyum tuh manis. Emang beneran manis, anjir."
— #ホームスイートホーム - End.