"Bagaimana kabarmu?"
Langkahku terhenti seketika, suara itu, aku sangat menghapalnya, sial. Aku membalikkan tubuhku ragu, dan ya, disana aku melihatnya, seseorang yang sudah sejak lama kuhindari, seseorang yang untuk sementara tak ingin kulihat lagi.
Seolah tersihir oleh senyuman manis khas miliknya, aku terdiam, terpesona seperti biasa, "hai, apa kabar?" entah sejak kapan dia sudah berdiri dihadapanku, sadar aku terjengkat sedikit kaget.
"A-ah...a-aku baik, ba-bagaimana denganmu?" ucapanku mendadak gagu, ditambah dengan sebuah senyuman kaku.
Dia tak menjawab, justru kini tib-tiba orang itu memelukku, merengkuhku kedalam pelukannya, "aku baik, sangat baik," bisiknya lembut.
Ah sialan, benar-benar sial. Kenapa harus dia? Kenapa harus bertemu lagi dengannya? Lalu perlakuan macam apa yang sedang dilakukannya?
Apa dia tak sadar jika hadirnya saja sudah cukup bisa membuatku kembali goyah? Apa dia tak sadar jika sapaan dan sentuhan kecilnya mampu membuatku kembali tak berdaya?
Ya, aku memang lemah, aku memang mudah goyah, apalagi jika ini tentang dia, seseorang yang pernah sangat aku cinta. Mungkin...sampai saat ini tetap sama.
Hal-hal kecil yang ia lakukan, nyatanya masih berdampak sangat besar. Atensinya yang tak mencolok, cukup membuat jantungku berdebar tanpa sadar.
"SIALAN!" umpatku dalam hati, setelah sadar dengan situasi saat ini.
- Aksara
#potonganceritaSK