#WIIWY : L word (L*nte)
Adapun bunyi Pasal 27 Ayat (3) UU ITE yaitu: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Wisnu Sasangka, Peneliti dan Penyuluh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengatakan, kata l*nte yang mengisi komunikasi ruang publik tidak pantas untuk digunakan. [https://sulsel.suara.com/amp/read/2020/11/16/134833/ini-asal-kata-lonte-peneliti-bahasa-sangat-kasar-mengapa-digunakan]
Sadar gak sih bahwa banyak sekali Roleplayers yang masih menggunakan kata L word dengan gampangnya. Kalian bisa liat dari board cerita victim bully di channel ini, banyak sekali yang pernah merasakan diejek dengan kata L word, padahal beberapa permasalahannya hanyalah sepele. Ini dikarenakan lingkungan beberapa orang membiasakan/membiarkan perilaku ini. Aku yakin perlahan-lahan kita bisa mengubah kebiasaan ini bersama-sama. Cukup dengan saling mengerti dan saling mengingatkan. Kita harus pikirkan perasaan orang lain juga. What if it was you?
Adapun bunyi Pasal 27 Ayat (3) UU ITE yaitu: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Wisnu Sasangka, Peneliti dan Penyuluh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengatakan, kata l*nte yang mengisi komunikasi ruang publik tidak pantas untuk digunakan. [https://sulsel.suara.com/amp/read/2020/11/16/134833/ini-asal-kata-lonte-peneliti-bahasa-sangat-kasar-mengapa-digunakan]
Sadar gak sih bahwa banyak sekali Roleplayers yang masih menggunakan kata L word dengan gampangnya. Kalian bisa liat dari board cerita victim bully di channel ini, banyak sekali yang pernah merasakan diejek dengan kata L word, padahal beberapa permasalahannya hanyalah sepele. Ini dikarenakan lingkungan beberapa orang membiasakan/membiarkan perilaku ini. Aku yakin perlahan-lahan kita bisa mengubah kebiasaan ini bersama-sama. Cukup dengan saling mengerti dan saling mengingatkan. Kita harus pikirkan perasaan orang lain juga. What if it was you?