Gummybear’s


Channel's geo and language: not specified, not specified
Category: not specified



Channel's geo and language
not specified, not specified
Category
not specified
Statistics
Posts filter




🕸 Danzelaar D'loustavaez as Ketua BEM


Di kampus Valendria, Badan Eksekutif Mahasiswa bukan sekadar organisasi mahasiswa. Ia adalah miniatur negara.

Dan di puncaknya berdiri Danzelaar—Ketua BEM yang visioner, disiplin, dan berbicara seperti seseorang yang sudah siap jadi Menteri Pendidikan. Segala kebijakannya penuh strategi jangka panjang, kalkulasi matang, dan press release yang bisa masuk headline.

Di sebelahnya berdiri Maxenric—Wakil Ketua BEM yang tak pernah terlihat bawa map, tapi entah bagaimana selalu tahu apa yang terjadi di setiap sudut kampus. Ia tak percaya pada sistem terlalu kaku. Baginya, gerakan mahasiswa harus berdenyut, tidak dibungkus protokol. Keduanya dipilih karena diyakini bisa saling melengkapi. Mereka malah saling hantam.

Setiap rapat menjadi pertempuran sunyi antara dokumen 30 halaman milik Danzelaar… dan ide liar Maxenric yang muncul dari kertas tissue bekas kopi.

“Agenda ini harus melalui kajian sebelum aksi, Max,” kata Danzelaar, menyilangkan tangan.

“Kalau kita terlalu lama kaji, suara mahasiswa udah keburu tenggelam,” jawab Maxenric.

Namun, hari itu beda.

Seorang mahasiswa dipecat dari kampus karena mengkritik kebijakan dosen lewat media sosial. Mahasiswa turun ke lapangan, demo mulai terbentuk. Semua mata tertuju ke BEM.

Danzelaar ingin menyusun pernyataan resmi yang rapi, legal, dan tidak bisa diserang. Maxenric langsung turun ke lapangan, megafon di tangan, menyatukan massa.

Malamnya mereka bertengkar hebat.

“Apa kau mau kita dibekukan?!” bentak Danzelaar.

“Apa kau mau kita diam saja demi kursi yang nyaman?!” balas Maxenric.

Hening. Lama.

Sampai akhirnya, Danzelaar membuka laptopnya. Ia menyerahkan draft pernyataan yang sudah disusun.

“Kalau kau tetap mau turun, pastikan kau bicara pakai ini,” katanya.
“Biar kita tak hanya didengar… tapi juga tak bisa dibungkam.”

Maxenric membaca.
Lalu tersenyum kecil. “Jadi kita akhirnya sepakat?”

“Tidak,” kata Danzelaar. “Kita hanya saling butuh.”

Dan sejak hari itu, Valendria punya dua suara:
Yang satu bergema lewat mikrofon rapat.
Yang satu menggelegar di tengah kerumunan.

Dan mahasiswa akhirnya merasa benar-benar diwakili.




🕸 noé. @utsubro as ketos


Di SMA Gravion, semua berjalan dengan disiplin. Atau setidaknya, tampak seperti itu. Dan itu semua berkat Noe—Ketua OSIS yang dikenal dingin, rapi, dan nyaris militeristik. Agenda sekolah selalu tepat waktu. Seragam dikenakan sesuai aturan. Tidak ada toleransi untuk kekacauan.

Tapi ada satu gangguan yang tak pernah bisa Noe hilangkan dari catatannya: Maxenric.

Siswa kelas dua yang dicap “troublemaker,” bukan karena ia keras kepala, tapi karena ia cerdas dan memilih untuk tak tunduk.
Ia datang ke sekolah dengan rambut tidak sesuai aturan, memimpin proyek seni ilegal di atap sekolah, dan menolak ikut apel pagi dengan alasan “langit terlalu ramai.” Noe melihatnya sebagai simbol pembangkangan. Dan Gravion tidak butuh simbol seperti itu.

Suatu hari, Noe memutuskan untuk menghadapi Maxenric langsung. Bukan dengan emosi, tapi dengan logika dan aturan. Ia menemukannya di gudang lama, di mana Maxenric dan beberapa siswa lainnya tengah mengecat spanduk besar bertuliskan:

“Kebebasan berpikir tidak butuh izin.”

“Ini bukan bagian dari program resmi sekolah,” kata Noe datar.

“Karena program resmi sekolah takut pada gagasan,” jawab Maxenric, tanpa melihat ke arahnya.

“Aku tidak takut pada gagasan,” potong Noe.

“Bagus,” Maxenric berdiri. “Kalau begitu, jangan halangi kami.”

Noe menatap dinding yang mulai penuh dengan kutipan dan karya seni. Bukan vandalisme sembarangan—ada pemikiran di balik tiap guratan. Tapi tetap saja: ini di luar prosedur.

“Kalian boleh lanjut. Tapi ruang ini akan dipantau, dan aku minta laporan kegiatan mingguan. Kalau satu orang menyimpang, kita tutup semua.” Maxenric mengangkat alis.

“Deal. Tapi kami juga akan pantau OSIS. Kalau satu peraturan menindas, kita bahas di forum publik.” Itu adalah awal dari pertarungan yang berbeda.

Setiap minggu, antara rapat OSIS dan kegiatan seni bawah tanah, dua kekuatan saling dorong. Noe membawa struktur. Maxenric membawa tekanan dari bawah. Keduanya tak pernah saling setuju, tapi juga tak bisa saling abaikan. Pada akhirnya, SMA Gravion berubah. Lebih terbuka, tapi tetap rapi. Lebih hidup, tapi tidak liar. Karena dua kutub yang bertabrakan tidak selalu menghasilkan kehancuran.

Kadang, itu menciptakan keseimbangan.




🕸 @Speedyeb, Kido A. As pangeran yang dijodohin tapi gamau karna ada yang disuka tapi sama warga


Di kerajaan Edevan, takdir adalah sesuatu yang ditulis dengan tinta emas—dan tinta emas tak pernah dihapus.

Pangeran Kido, putra tunggal Raja Elmath, dibesarkan dalam bayang-bayang aturan, kehormatan, dan silsilah. Wajahnya sering terlihat di dinding aula kerajaan, di potret resmi bersama para bangsawan, tapi hatinya… selalu berada di luar tembok istana.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-19, Raja mengumumkan perjodohan besar. Calon pengantinnya: Putri Leiryn dari Kerajaan Arvane—berpendidikan, cantik, diplomatis.

“Ini akan menyatukan dua kekuatan. Dan kamu akan mencintainya... seiring waktu,” kata Raja.

Tapi Kido hanya diam. Karena setiap malam, pikirannya bukan pada Leiryn. Tapi pada Rinoa—seorang penjaga perpustakaan desa di kaki bukit, yang pernah menamparnya dengan buku karena mencoba menyelundup ke bagian terlarang. Yang tak pernah menyebutnya "Yang Mulia," tapi hanya, “Kau, anak keras kepala yang sok tahu.”

Kido menyelinap ke desa lebih sering dari yang seharusnya. Bukan untuk kabur, tapi untuk merasa hidup. Ia membantu Rinoa menyortir buku, membersihkan debu, mendengarkan ceritanya tentang langit, sejarah yang diputarbalikkan, dan puisi yang tak pernah disimpan di istana.

Hari demi hari, ia sadar: cintanya tumbuh bukan karena perintah, tapi karena pilihan. Dan pada malam pertunangan kerajaan, ketika semua bangsawan berkumpul dan Putri Leiryn berdiri di sampingnya dengan gaun berhiaskan bintang, Kido melakukan hal yang belum pernah dilakukan seorang pangeran dalam sejarah Edevan.

Ia menolak.

“Aku minta maaf, Ayahanda. Tapi aku tak bisa menikah dengan seseorang hanya karena strategi. Aku telah menemukan seseorang… yang membuatku ingin menjadi lebih dari sekadar mahkota.”

Raja murka. Para bangsawan terkejut. Leiryn tersenyum pahit—ia pun tahu rasa cinta tak bisa dipaksa.

Dan keesokan harinya, Kido melepas jubah kebangsawanannya, berjalan kaki ke perpustakaan, dan berdiri di hadapan Rinoa.

“Aku mungkin kehilangan takhta, tapi aku harap belum kehilanganmu,” katanya.

Rinoa menghela napas. “Kau benar-benar bodoh…” Lalu ia memeluknya. Dan untuk pertama kalinya, Kido merasa menjadi bagian dari cerita yang ia pilih sendiri.




🕸 Harvey @damzba as a rival


Sekolah itu bukan sekolah biasa. Namanya The Summit, tempat anak-anak terhebat dari kalangan paling berkuasa dikirim untuk belajar memimpin dunia. Di antara para elit, dua nama selalu bergema di lorong-lorong marmer dan taman gantung yang disiram cahaya matahari sore:

Maxenric — pewaris keluarga penguasa energi global, flamboyan, brilian, dan menyalakan ruang hanya dengan keberadaannya.
Harvey — anak sulung dari dinasti politik tertua di benua, dingin, strategis, dan tak pernah kalah dalam debat, atau permainan kekuasaan. Mereka tidak hanya bersaing. Mereka adalah musuh alamiah.

Maxenric menguasai panggung—selalu dikelilingi orang-orang, tertawa nyaring, mencetak rekor akademik dan menciptakan gerakan sosial hanya untuk "iseng."
Harvey menguasai bayangan—mengatur dari belakang layar, menyuap para guru dengan pujian halus, dan mengendalikan klub debat, klub catur, bahkan kepala sekolah.

Suatu hari, diumumkan bahwa hanya akan ada satu penerima Mahkota Summit—penghargaan tertinggi untuk siswa yang dianggap paling layak memimpin generasi berikutnya.

Mata Maxenric menyala. “Akhirnya, permainan dimulai.”

Harvey hanya tersenyum. “Sudah dimulai sejak kau lahir, Max.”

Mereka mulai saling menyerang—bukan dengan tinju, tapi dengan pengaruh.

Maxenric menyabot seminar Harvey dengan menghadirkan dosen tamu dari luar negeri, membuat semua murid keluar dari kelas rivalnya hanya untuk melihatnya berdiskusi langsung dengan seorang pemenang Nobel. Harvey membalas dengan membocorkan desain proyek Maxenric ke publik… satu minggu sebelum peluncuran besar, membuatnya terlihat seperti peniru ide.

Guru-guru ketakutan. Murid-murid terbelah. Sekolah menjadi medan perang yang sunyi tapi brutal. Namun, ada satu hal yang tak mereka sadari. Dalam setiap duel, mereka semakin memahami satu sama lain. Dalam setiap balas dendam, ada kekaguman yang tersembunyi.

Sampai suatu malam, saat badai menutup seluruh gedung, dan dua musuh bebuyutan terjebak di observatorium puncak sekolah. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu. Dan berbicara.

“Kau tahu, aku benci caramu tersenyum setelah menang,” kata Maxenric.

“Dan aku benci caramu menang tanpa berusaha,” balas Harvey.

Mereka tertawa. Untuk pertama kalinya. Dan malam itu, dua raja menyadari: mungkin singgasana itu terlalu sempit…
tapi medan perang ini terlalu sunyi tanpa satu sama lain.




Forward from: (PAGE—I) Electric reverie, ”Silent and starlit night.” ⌱ Rock Legend!
📝 Cerita pendek dari ChatGPT
isi as apa, nanti di buatin sama chat gpt

noé. @utsubro: @utsubro as ketos

@Speedyeb, Kido A.: @Speedyeb As pangeran yang dijodohin tapi gamau karna ada yang disuka tapi sama warga (sifatnya Soft Spoken)

Harvey @damzba: as a rival

👥 3 people have voted so far.
📖 Personal Board

🚫 This poll is closed...




🕸 Shanoya, A. @jikminyu as tetangga tengil

Hello sobat sobat Maximum, disini saya mau memperkenalkan tetangga saya yang sangat amat nyebelin ya.

Nah dia ini namanya Shanoya tapi karena tengil saya panggil Oya atau Anoy. Dia ini tengilnya udah di atas rata rata ya sobat, waktu itu pernah dia ke depan rumah saya sambil geber geber motor baru dia terus bilang "engga punya ya haha kasian" terus pergi begitu saja entah lah itu tengil atau nyebelin ya dua duanya lah ya.Terus ya sobat waktu itu saya lagi mau pergi dan dia nyamperin ke rumah saya cuman buat bilang "gue ada mobil baru, pasti lo iri" begitu sobat, untung saya penyabar ya. Oh ya sobat walaupun dia tengil dia ini masih ada rasa kemanusiaannya kok, contohnya ya dia itu suka menolong orang, terus pernah berbagi sama yang lain, dia juga baik (walaupun tengilnya engga karuan). Saya kaget setelah tau dia suka berbagi dan menolong itu sih nilai ++++ ya, udah segitu saja sobat.

Kalau kalian tinggal satu komplek sama dia jangan lupa untuk lebih sabar ya sobat.




🕸 Addax J. @Ducnhill as pacar


Hello sobat sobat Maximum, disini saya mau memperkenalkan pacar saya nih.

Nah nama pacar saya ini Addax kalau mau tau panjangnya wah jangan deh susah soalnya kepanjangan, pacar saya ini aslinya jamet ya sobat cuman karena image yang dia bagun itu cool jadi banyak yang bilang dia itu cool. Addax ini anaknya baik banget terus dia itu sangat perasa ya sobat jadi dia ini termasuk peka sama sekitar dia. Waktu itu pernah saya lagi badmood dan engga bilang ke dia tapi dia langsung tau, hebat kan dia? Dia juga anaknya sangat welcome ke semua orang bahkan dia bisa buat orang lain nyaman sama dia karena emang dia ini bisa banget buat orang nyaman. Oh ya Addax juga termasuk orang yang sensitif ya sobat, dia gampang sedih, gampang senyum (kalau kata orang mah moodswing ya), terus juga Addax itu sebenernya lucuuu banget dan menggemaskan (tapi ke saya aja) haha. Apa lagi ya, kayanya udah segitu aja.

Buat kalian yang mau dekat sama Addax hati hati ya, nanti nyaman kalian sama dia (saya bantai nanti).




🕸 @Speedyeb, Kido A. as kating galak


Hello sobat sobat Maximum, disini saya mau memperkenalkan kating yang sok galak nih tapi kadang juga galak beneran.

Nah kating ini namanya Kido tapi karena saya kesel jadi saya sebut dia Kodo. Dia ini kating yang paling nyebelin + galak menurut saya di antara kating yang lain, nih ya coba waktu itu saya lagi minum tiba tiba di omelin... aneh kan? Lanjut, dia itu kadang baik tapi harus di curigain dulu biasanya ada mau nya dia, tapi Kodo ini setelah saya perhatiin lebih jauh anjay haha, dia ini orangnya teliti banget kalau ada kacau dikit pasti ngomel. Dia juga orangnya lumayan pinter dan jago ngelawak juga, terus kalau dia lagi main juga anaknya santai engga serius banget bahkan anaknya ngelawak mulu sampai sampai udah kaya beda orang pokoknya. Udah kali ya segitu aja.

Kalian kalau masuk kampus awas ketemu kating satu ini ya, walaupun asik tetep galak dia.




🕸˖⤙ altanova! @yelllownjunie as abang warkop


Hello sobat sobat Maximum, disini saya mau memperkenalkan mas mas eh bukan mas mas tapi abang abang warkop langganan saya nih.

Nah abang abang ini namanya Altan, tapi biasa saya panggil Altang atau Altong atau Tang ya banyak lah ya. Abang Altang ini kalau buat kopi ya itu udah paling nikmat sih, udah kaya barista barista ternama soalnya enak banget, terus ya indomie nya bener bener mantap rasanya mana kematangan mie nya pas banget lagi. Abang Altang ini kadang ngeselin sobat terus ya dia ini kadang nge jamet, mana kalau dia yang setel lagu playlist nya dj angkot semua sampai pelanggan pusing. Nah tapi ya tapi Abang Altang ini baik nya engga ketolong walaupun jamet, dia juga seru kalau di ajak nongkrong bareng, terus dia ini kaya happy virus ke pelanggannya karena dia senyum mulu sampai pegel saya lihatnya. Dia ini lucu sobat apalagi kalau lagi ngelawan sangat... lucu. Apa lagi ya, segitu aja mungkin.

Nah buat kalian malau mau ke warkop Abang Altang jangan lupa ya bawa bantal sama guling, soalnya takut betah di sana.




🕸Ailyn K. Azzafira @Parksunqhoongf as tukang mie ayam


Hello sobat sobat Maximum, disini saya mau memperkenalkan mba mba tukang mie ayam langganan saya yang paling best ter the best ini mah.

Nah mba mba ini namanya Ailyn sobat, tapi biasanya saya panggil Mba Lyn atau engga Mba mie. Beliau eyy beliau haha okay Mba Lyn ini asik sobat kalau di ajak buat ngobrol, dia itu sangat welcome ke pelanggannya terus juga ya mie ayamnya behh enak banget deh sampai sampai saya kalau beli engga pernah satu mangkok karena seenak itu. Mba Lyn ini cantik banget sobat sampai temen saya kelepek kelepek sama dia (katanya mah naksir) tapi ya Mba Lyn nya engga suka, terus ya sobat dia itu kalau jualan selalu semangat mana dari pagi sampai sore buka terus tapi dia tetep semangat sampai saya salut sama semangat Mba Lyn. Apa lagi ya, kayanya segitu aja sobat.

Kalau mau beli bisa langsung aja ke tempat mie ayam Mba Lyn ya sobat, tapi awas ketagihan.

20 last posts shown.

1

subscribers
Channel statistics