TGStat
TGStat
Type to search
Advanced channel search
  • flag English
    Site language
    flag Russian flag English flag Uzbek
  • Sign In
  • Catalog
    Channels and groups catalog Search for channels
    Add a channel/group
  • Ratings
    Rating of channels Rating of groups Posts rating
    Ratings of brands and people
  • Analytics
  • Search by posts
  • Telegram monitoring
Gummybear’s

15 Apr 2025, 15:55

Open in Telegram Share Report

🕸 Harvey @damzba as a rival


Sekolah itu bukan sekolah biasa. Namanya The Summit, tempat anak-anak terhebat dari kalangan paling berkuasa dikirim untuk belajar memimpin dunia. Di antara para elit, dua nama selalu bergema di lorong-lorong marmer dan taman gantung yang disiram cahaya matahari sore:

Maxenric — pewaris keluarga penguasa energi global, flamboyan, brilian, dan menyalakan ruang hanya dengan keberadaannya.
Harvey — anak sulung dari dinasti politik tertua di benua, dingin, strategis, dan tak pernah kalah dalam debat, atau permainan kekuasaan. Mereka tidak hanya bersaing. Mereka adalah musuh alamiah.

Maxenric menguasai panggung—selalu dikelilingi orang-orang, tertawa nyaring, mencetak rekor akademik dan menciptakan gerakan sosial hanya untuk "iseng."
Harvey menguasai bayangan—mengatur dari belakang layar, menyuap para guru dengan pujian halus, dan mengendalikan klub debat, klub catur, bahkan kepala sekolah.

Suatu hari, diumumkan bahwa hanya akan ada satu penerima Mahkota Summit—penghargaan tertinggi untuk siswa yang dianggap paling layak memimpin generasi berikutnya.

Mata Maxenric menyala. “Akhirnya, permainan dimulai.”

Harvey hanya tersenyum. “Sudah dimulai sejak kau lahir, Max.”

Mereka mulai saling menyerang—bukan dengan tinju, tapi dengan pengaruh.

Maxenric menyabot seminar Harvey dengan menghadirkan dosen tamu dari luar negeri, membuat semua murid keluar dari kelas rivalnya hanya untuk melihatnya berdiskusi langsung dengan seorang pemenang Nobel. Harvey membalas dengan membocorkan desain proyek Maxenric ke publik… satu minggu sebelum peluncuran besar, membuatnya terlihat seperti peniru ide.

Guru-guru ketakutan. Murid-murid terbelah. Sekolah menjadi medan perang yang sunyi tapi brutal. Namun, ada satu hal yang tak mereka sadari. Dalam setiap duel, mereka semakin memahami satu sama lain. Dalam setiap balas dendam, ada kekaguman yang tersembunyi.

Sampai suatu malam, saat badai menutup seluruh gedung, dan dua musuh bebuyutan terjebak di observatorium puncak sekolah. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu. Dan berbicara.

“Kau tahu, aku benci caramu tersenyum setelah menang,” kata Maxenric.

“Dan aku benci caramu menang tanpa berusaha,” balas Harvey.

Mereka tertawa. Untuk pertama kalinya. Dan malam itu, dua raja menyadari: mungkin singgasana itu terlalu sempit…
tapi medan perang ini terlalu sunyi tanpa satu sama lain.
Harvey @damzba
Racer Lifestyle: I, Golden Age Peaks' &. Phenomenon in the mid-night? @brenagsek ⎋. Best Perfomance ' @Minhyuge Crowd During Racing—Chaos.

4 0 1 3
Catalog
Channels and groups catalog Channels compilations Search for channels Add a channel/group
Ratings
Rating of Telegram channels Rating of Telegram groups Posts rating Ratings of brands and people
API
API statistics Search API of posts API Callback
Our channels
@TGStat @TGStat_Chat @telepulse @TGStatAPI
Read
Академия TGStat Telegram Research 2019 Telegram Research 2021 Telegram Research 2023
Contacts
Справочный центр Support Email Jobs
Miscellaneous
Terms and conditions Privacy policy Public offer
Our bots
@TGStat_Bot @SearcheeBot @TGAlertsBot @tg_analytics_bot @TGStatChatBot